LAPORAN PERCOBAAN BIOLOGI
PRATIKUM PERTUMBUHAN DAN
OLEH :
KELOMPOK 4
NAMA : FAHRI
HUZAIRI
ASWAGINA
MUH.
IKSAN
HENGKI
HERMAN
ASDECH
SEMBARA
KELAS : XII
IPA 2
GURU PEMBIMBING : MUHAMMAD IKHWAN YAHYA S.Si
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6
PALOPO
2013
KATA PENGANTAR
ASSAMUALIKUM
WR. WB.
Puji syukur kami ucapkan ke hadhirat Allah
S.W.T yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk
dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran “Biologi” yang diampuh
oleh Bapak Ihwan Yahya S.Sa . Jenis tugas yang diberikan
adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan
Perkembangan tanaman. Metode penugasan yang diberikan adalah menyusun Laporan praktikum tentang Pertumbuhan dan Perkembangan.
Melalui penugasan ini diharapkan para siswa dapat memahami tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman yang pada gilirannya dapat
diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu manfaat
yang dapat dirasakan adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran para siswa yang sebagian besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan
ke Perguruan Tinggi.
Semoga Laporan ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir)
dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan
masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integratif Kritik dan saran
perbaikan sangat kami harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan tugas
mandiri ini.
Palopo, September 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… iii
BAB I :
PENDAHULUAN …………………………………………………….1
I.1 Latar Belakang
……………………………………………………. 1
I.2 Rumusan Masalah
...……….……………………………………… 2
I.3
Tujuan Percobaanx
I.4
Hipotesis
I.5
Variabel Penelitian
BAB
II : TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Pertumbuhan
dan Perkembangan PadaTumbuhan
II.2 Faktor yang
Mempengaruhi PertumbuhandanPerkembangan
BAB III : METODE PERCOBAAN
III.1 Waktu dan Tempat
III.2 Alat dan Bahan
III.3 Cara Kerja
BAB
IV :HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
IV.2 Pembahasan
BAB
V : PENUTUP
V.1 Kesimpulan
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 Latar
Belakang
Tumbuhan
adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya.
Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang
disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.dan
bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga
mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju
kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk
tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan
dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara stimultan
(pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif
karena mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya
perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat
fungsional.
Tumbuhan
yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan
makanan yang terdapat di dalam biji, yang dinamakan kecambah (plantula).
Awalperkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi
adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan
yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam
biji suatu tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi
karena karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang
kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan
kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang
menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai
mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan
nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.
Biji dapat
berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio
atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar
(radikula), daun lembaga (kotiledon), dan bayang lembaga (kaulikulus).
Terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya, yaitu
faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberi tahu
benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji kacang hijau,
sehingga biji mengecambahkan biji dalam kegelapan.
Dari keadaan
tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji
kacang hijau, biji kacang merah, dan biji jagung didua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan
terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan pada beberapa faktor.
Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang
tercantum pada laporan ini.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, maka permasalahan yang menjadi pokok percobaan dapatdirumuskan
sebagai berikut :
1.
Apakah
cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji-bijian tersebut ?
2.
Adakah perbedaan
pertumbuhan pada biji-bujian di dua tempat, yaitu di tempat gelap dan di tempat
terang?
I.3 Tujuan
Tujuan dilaksanannya
percobaan ini adalah untuk
:
1. Mengetahui
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2. Mengetahui
perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda (tempat gelap dan tempat terang)
I.4 Hipotesis
1.
Biji-bijian
yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat.
2. Sedangkan biji-bijian yang tumbuh di tempat yang terkena matahari
pertumbuhannya lambat.
I.5 Variabel
I.5.1 Variabel
bebas/manipulasi
Variabel bebas adalah
variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur,
dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara
fenomena yang diobservasi atau diamati.
I.5.2 Variabel terikat/respon
Variabel terikat adalah
faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh
variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah
sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
I.5.3 Variabel Kontrol/Pengendali
I.5.3 Variabel Kontrol/Pengendali
variabel kontrol adalah
variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di
samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga
mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam
penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.
BAB II
TINJAUAN
PUSAKA
II.1 Pertumbuhan dan
Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan
dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta
jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm
tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh
(metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses
pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan
jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan
merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan
diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari
sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang
pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan
aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul
kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Tahap
pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b. Tahap
pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel
tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam
vakuola.
c. Tahap
pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu
menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada
akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
I.2 Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman :
a. Faktor
Internal
Gen
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk
sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau
berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh
lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan
pertumbuhan yang baik.
Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang
peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan.
Auksin
: untuk membantu perpanjangan sel
Giberelin
:untuk pemanjangan dan pembelahan sel
sitokinin
: untuk menggiatkan pembelahan sel
etilen
:untuk
mempercepat buah menjadi matang
Asam traumalin : Merangsang
pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka
Kalin
: Merangsang
pembentukan organ tumbuhan sbb :
- Rizokalin
: Untuk pembentukan akar
- Aulokalin : Untuk pembentukan batang
- Filokalin :
Untuk pembentukan daun
- Antokalin :
Untuk pembentukan bunga
b. Faktor Eksternal
Air
Fungsi air antara lain :
- Untuk Fotosintesis
- Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
- Membantu proses perkecambahan biji
- Menjaga (mempertahankan) kelembapan
- Untuk transpirasi
- Meningkatkan tekanan turgor sehingga
merangsang pemebelahan sel
- Menghilangkan asam asbisat
Suhu /
Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah
satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,
reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi
tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas
normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
Kelembaban
Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi
pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab
menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah
serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang
lebih cepat.
Cahaya
Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh
tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika
suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat
dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar
matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk
kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut
unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen,
nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien
yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien).
Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan
molibdenum.
Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup
menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan
menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju
transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju
pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat
dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan.
Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat
mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
BAB 3
METODE
PERCOBAAN
III.1 Waktu dan Tempat
Percobaan
Percobaan ini dilakukan
sejak tanggal 28 Agustus
2013 sampai 31
Agustus 2013, dan percobaan ini
dilaksanakan di Laboratorium
IPA SMAN 6 PALOPO
III.2 Alat
dan Bahan
III.2.1
Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu :
1.
Gelas
6 buah
2.
Kertas,
pulpen/pensil, penghapus dan penggaris ( masing-masing 1 buah )
3.
Kamera
1 buah
III.2.2
Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu :
1.
Biji
kacang hijau, biji kacang merah dan biji jagung secukupnya ( 5 biji )
2.
Kapas
secukupnya
3.
Air
secukupnya
III.3 Cara
Kerja
1.
Menyiapkan
alat dan bahan yang diperlukan
2.
Merendam
biji-bijian selama semalam ( 8 jam )
3.
Memasukkan
kapas ke dalam 6 gelas dengan rapih
4.
Menanam
5 biji-bijian di masing-masing gelas
5.
Menandai
setiap gelas biji-bijian dengan huruf, misalkan : A= biji kacang merah, B= biji
jagung, C= biji kacang hijau
6.
Menaruh
3 gelas di tempat terang ABC
7.
Menaruh
gelas lainnya di kardus sebagai tempat gelap ABC
8.
Menyiram biji-bijian pada masing-masing gelas dengan air
secukupnya. Penyiraman ini di lakukan dengan frekuensi 1 hari/sekali
9.
Mengukur
setiap biji-bijian yang sudah berkecambah pada hari pertama
10. Memotret perkembangan pada tumbuhan setiap biji-bijan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
Berdasarkan pada pengamatan
yang dilakukan selama IV hari, maka hasilnya dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel hasil pengukuran tinggi tanaman.
Tanaman
|
Tinggi
Tanaman (Cm)
|
||||
Pengukuran I
Harike 1
|
Pengukuran II
Harike 2
|
Pengukuran III
Harike 3
|
Pengukuran IV
Harike 4
|
||
A
(KM)
|
A1 :
0
A2 :
0
|
0
1
|
0
1,5
|
1
2,5
|
|
B
(JG)
|
B1 :
0
B2 :
0
|
0
0
|
1
0
|
5,5
2
|
|
C
(KH)
|
C1 :
0,1
C2 : 0,1
|
2
2
|
5
4,9
|
10
9
|
|
Ket :
·
KM
= Kacang Merah
·
JG
= Jagung
·
KH
= Kacang Hijau
·
A1
= Tempat terang
·
A2
= Tempat gelap, dan seterusnya
IV.2 Pembahasan
Jika dilihat tabel hasil pengamatan
pada praktikum ini di dapatkan hasil yaitu:
Tanaman satu dengan tanaman lainnya di dalam media tanam yang sama ada yang pertumbuhannya lebih cepat dan ada yang lambat. Ini dikarenakan adanya kompetisi antara tanaman biji-bijian satu dengan yang lainnya yang disebabkan karena peletakkan biji satu yang berdekatan dengan biji lainnya pada saat penanaman. Faktor gen juga sangat mempengaruhi hal tersebut, karena tidak semua biji membawa gen yang ‘baik’ sehingga ada tanaman yang lebih cepat pertumbuhannya dan ada juga yang lambat.
Tanaman yang ditanam di tempat gelap, terlihat tanaman biji-bian tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.
Tanaman ditanam di tempat terang, tanaman biji-bijian terlihat tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Tanaman satu dengan tanaman lainnya di dalam media tanam yang sama ada yang pertumbuhannya lebih cepat dan ada yang lambat. Ini dikarenakan adanya kompetisi antara tanaman biji-bijian satu dengan yang lainnya yang disebabkan karena peletakkan biji satu yang berdekatan dengan biji lainnya pada saat penanaman. Faktor gen juga sangat mempengaruhi hal tersebut, karena tidak semua biji membawa gen yang ‘baik’ sehingga ada tanaman yang lebih cepat pertumbuhannya dan ada juga yang lambat.
Tanaman yang ditanam di tempat gelap, terlihat tanaman biji-bian tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.
Tanaman ditanam di tempat terang, tanaman biji-bijian terlihat tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan diantara tumbuhan-tumbuhan
tersebut yaitu :
1. FaktorCahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.
1. FaktorCahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.
2.
Faktor Suhu
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon
tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat
dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka
hormon tumbuhan semakin tidak bekerja.
3.
Faktor Air
dan Nutrisi
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia,
dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan
yang telah dilakukan,
maka dapat disimpulkan bahwa kesimpulan
yang dapat kami ambil, yaitu ada perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang
terang dan yang gelap, yaitu dalam pertumbuhan batangnya. Di tempat gelap,
pertumbuhan batangnya lebih cepat tumbuh dibandingkan tanaman di tempat yang
terang karena di tempat gelap tidak ada cahaya yang dapat menghalangi
perkembangan auksin, sehingga tumbuhan menjadi lebih tinggi. Sebaliknya di
tempat terang, ada cahaya yang dapat menghalangi perkembangan auksin, sehingga
tumbuhan menjadi lebih pendek.
DAFTAR
PUSAKA
·
Srikini,
Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta. Penerbit
Erlangga
·
Diah,
Ayulina, dkk. 2011. BIOLOGY 3A for Senior High School Grade II Semester
1. Jakarta. Esis
FAHRI HUZAIRI NAJIB
COMENT BLOG KU YAH.... :)





wahh,, makasih yahh info.y :)
BalasHapusiya :)
Hapuswaktu berapa hari itu tumbuhnya paling tinggi?
BalasHapus3 hari 3 malam
Hapusmantap....thanks sudah berbagi ilmu di sini :)
BalasHapusiya makasih....
Hapusmantap laporannya....
BalasHapusmakasih :)
Hapusbagus blogmu teman :)
BalasHapusmakasih cillo,,
Hapusmkasih infonya Fahri huzairi
BalasHapusinfonya sangat bermanfaat :)
Blackjack - Casino - DrmCD
BalasHapusFind 과천 출장샵 Blackjack casino 양산 출장샵 games 울산광역 출장안마 & strategies. You can play your favorites and choose your favorite table games including blackjack, roulette, Rating: 4.3 사천 출장샵 · 15 reviews 영주 출장안마