Minggu, 17 November 2013

CONTOH LAPORAN PERCOBAAN BIOLOGI


LAPORAN PERCOBAAN BIOLOGI

PRATIKUM PERTUMBUHAN DAN 
PERKEMBANGAN


OLEH :
KELOMPOK 4
                                      NAMA  : FAHRI HUZAIRI
                                                      ASWAGINA
                                                      MUH. IKSAN
                                                      HENGKI HERMAN
                                                      ASDECH SEMBARA

                                      KELAS   :     XII IPA 2
                                      GURU PEMBIMBING : MUHAMMAD IKHWAN YAHYA S.Si






JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6
PALOPO
2013

KATA PENGANTAR

ASSAMUALIKUM WR. WB.
            Puji syukur  kami ucapkan ke hadhirat Allah S.W.T yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran “Biologi yang diampuh oleh Bapak Ihwan Yahya S.Sa . Jenis tugas yang diberikan adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman. Metode penugasan yang diberikan adalah menyusun Laporan praktikum tentang Pertumbuhan dan Perkembangan.
Melalui penugasan ini diharapkan para siswa dapat memahami tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman yang pada gilirannya dapat diimplementasikan  dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu manfaat  yang dapat dirasakan  adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran  para siswa yang  sebagian besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Semoga Laporan ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integratif Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan  tugas mandiri ini.



Palopo,   September 2013
                                                       Penyusun





DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL          …………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… iii
BAB I : PENDAHULUAN …………………………………………………….1
           I.1 Latar Belakang ……………………………………………………. 1
           I.2 Rumusan Masalah ...……….……………………………………… 2
            I.3 Tujuan Percobaanx
            I.4 Hipotesis
            I.5 Variabel Penelitian

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Pertumbuhan dan Perkembangan PadaTumbuhan
II.2 Faktor yang Mempengaruhi PertumbuhandanPerkembangan

BAB III : METODE PERCOBAAN
            III.1 Waktu dan Tempat
            III.2 Alat dan Bahan
            III.3 Cara Kerja

BAB IV :HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
IV.2 Pembahasan

BAB V : PENUTUP
V.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



















BAB 1

PENDAHULUAN



I.1 Latar Belakang

Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.dan bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.

Pertumbuhan dan perkembangan  merupakan dua proses yang berjalan secara stimultan (pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif karena mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat fungsional.

Tumbuhan  yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, yang dinamakan kecambah (plantula). Awalperkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji suatu tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi karena karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit  pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.

Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan bayang lembaga (kaulikulus).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya, yaitu faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberi tahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji kacang hijau, sehingga biji mengecambahkan biji dalam kegelapan.
Dari keadaan tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau, biji kacang merah, dan biji jagung  didua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan pada beberapa faktor.  Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang tercantum pada laporan ini.

I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang menjadi pokok percobaan dapatdirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji-bijian tersebut ?
2.      Adakah perbedaan pertumbuhan pada biji-bujian di dua tempat, yaitu di tempat gelap dan di tempat terang?
I.3 Tujuan
Tujuan dilaksanannya percobaan ini adalah untuk :
1.      Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2.      Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda (tempat gelap dan tempat terang)
I.4 Hipotesis
1.      Biji-bijian yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat.
2.      Sedangkan biji-bijian yang tumbuh di tempat yang terkena matahari pertumbuhannya lambat. 
I.5 Variabel
I.5.1 Variabel bebas/manipulasi
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.


I.5.2 Variabel terikat/respon
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
I.5.3 Variabel Kontrol/Pengendali
variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.
















BAB II
TINJAUAN PUSAKA

II.1 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a.    Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b.    Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c.    Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
I.2 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
           Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman :
      a.   Faktor Internal

         Gen
        Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang  tinggi      atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh   lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
         Hormon
         Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan     pertumbuhan.
        Auksin                   : untuk membantu perpanjangan sel
        Giberelin                :untuk pemanjangan dan pembelahan sel
        sitokinin                 : untuk menggiatkan pembelahan sel
        etilen                      :untuk mempercepat buah menjadi matang
        Asam traumalin     : Merangsang pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka
        Kalin                      : Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
      -      Rizokalin          : Untuk pembentukan akar
      -      Aulokalin          : Untuk pembentukan batang
      -      Filokalin            : Untuk pembentukan daun
      -      Antokalin          : Untuk pembentukan bunga

      b.  Faktor Eksternal

         Air
        Fungsi air antara lain :
   -      Untuk Fotosintesis
   -      Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
   -      Membantu proses perkecambahan biji
   -      Menjaga (mempertahankan) kelembapan
   -      Untuk transpirasi
   -      Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
   -      Menghilangkan asam asbisat


         Suhu / Temperatur Lingkungan
           Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,        reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
         Kelembaban Udara
         Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.   Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
         Cahaya Matahari
         Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
         Nutrien
          Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.
   Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
         Kelembapan
          Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.



BAB 3
METODE PERCOBAAN
III.1 Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilakukan sejak tanggal 28 Agustus 2013 sampai 31 Agustus 2013, dan percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium IPA SMAN 6 PALOPO
III.2 Alat dan Bahan
III.2.1 Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu :
1.      Gelas 6 buah
2.      Kertas, pulpen/pensil, penghapus dan penggaris ( masing-masing 1 buah )
3.      Kamera 1 buah
III.2.2 Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu :
1.      Biji kacang hijau, biji kacang merah dan biji jagung secukupnya ( 5 biji )
2.      Kapas secukupnya
3.      Air secukupnya
III.3 Cara Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2.      Merendam biji-bijian selama semalam ( 8 jam )
3.      Memasukkan kapas ke dalam 6 gelas dengan rapih
4.      Menanam 5 biji-bijian di masing-masing gelas
5.      Menandai setiap gelas biji-bijian dengan huruf, misalkan : A= biji kacang merah, B= biji jagung, C= biji kacang hijau
6.      Menaruh 3 gelas di tempat terang ABC
7.      Menaruh gelas lainnya di kardus sebagai tempat gelap ABC
8.      Menyiram  biji-bijian  pada masing-masing gelas dengan air secukupnya. Penyiraman ini di lakukan dengan frekuensi 1 hari/sekali
9.      Mengukur setiap biji-bijian yang sudah berkecambah pada hari pertama
10.  Memotret perkembangan pada tumbuhan setiap biji-bijan


           

















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Pengamatan
Berdasarkan pada pengamatan yang dilakukan selama IV hari, maka hasilnya dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel hasil pengukuran tinggi tanaman.
Tanaman
Tinggi Tanaman (Cm)
Pengukuran I
Harike 1
Pengukuran II
Harike 2
Pengukuran III
Harike 3
Pengukuran IV
Harike 4

A
(KM)
A1 : 0
A2 : 0
0
1
0
1,5
1
2,5

B
(JG)
B1 : 0
B2 : 0
0
0
1
0
5,5
2

C
(KH)
C1 : 0,1
C2 : 0,1
2
2
5
4,9
10
9

Ket :
·   KM = Kacang Merah
·   JG = Jagung
·   KH = Kacang Hijau
·   A1 = Tempat terang
·   A2 = Tempat gelap, dan seterusnya
IV.2 Pembahasan
Jika dilihat tabel hasil pengamatan pada praktikum ini di dapatkan hasil yaitu:
       Tanaman satu dengan tanaman lainnya di dalam media tanam yang sama ada yang pertumbuhannya lebih cepat dan ada yang lambat. Ini dikarenakan adanya kompetisi antara tanaman
biji-bijian satu dengan yang lainnya yang disebabkan karena peletakkan biji satu yang berdekatan dengan biji lainnya pada saat penanaman. Faktor gen juga sangat mempengaruhi hal tersebut, karena tidak semua biji membawa gen yang ‘baik’ sehingga ada tanaman yang lebih cepat pertumbuhannya dan ada juga yang lambat.

        Tanaman yang ditanam di tempat gelap, terlihat  tanaman
biji-bian tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.

        Tanaman ditanam di tempat terang,
tanaman biji-bijian  terlihat tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan diantara tumbuhan-tumbuhan tersebut yaitu :
1.    Fakto
rCahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.


2.    Faktor Suhu
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan semakin tidak bekerja.

3.    Faktor Air dan Nutrisi
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu.




BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kesimpulan yang dapat kami ambil, yaitu ada perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terang dan yang gelap, yaitu dalam pertumbuhan batangnya. Di tempat gelap, pertumbuhan batangnya lebih cepat tumbuh dibandingkan tanaman di tempat yang terang karena di tempat gelap tidak ada cahaya yang dapat menghalangi perkembangan auksin, sehingga tumbuhan menjadi lebih tinggi. Sebaliknya di tempat terang, ada cahaya yang dapat menghalangi perkembangan auksin, sehingga tumbuhan menjadi lebih pendek.
 

DAFTAR PUSAKA

·         Srikini, Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta. Penerbit Erlangga
·         Diah, Ayulina, dkk. 2011.  BIOLOGY 3A for Senior High School Grade II Semester 1. Jakarta. Esis

LAMPIRAN



FAHRI HUZAIRI NAJIB

COMENT BLOG KU YAH.... :)

12 komentar: